Beranda > Artikel > Dubes RI untuk Yaman: Perbaikilah Moral Bangsa dengan Hikmah dan Mau’izhoh Hasanah

Dubes RI untuk Yaman: Perbaikilah Moral Bangsa dengan Hikmah dan Mau’izhoh Hasanah

Pada hari Ahad (05/02), kami pelajar Indonesia di Darul Hadits Syihir Hadramaut mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar NKRI untuk Yaman, bapak Nurul Aulia. Ini adalah kunjungan beliau yang pertama sejak beliau bertugas. Biasanya beliau hanya mengutus wakil beliau, Bapak Agus Syarif Budiman untuk mengontrol keadaan kami sini.

Datang menjelang ashar, pak Dubes pun langsung makan siang bersama kami di rumah salah seorang penuntut ilmu di sini. Setelah shalat, beliau pun beliau memberikan beberapa patah kata sambutan dan wejangan bagi kami.

Di antara poin yang beliau sampaikan adalah kekawatiran pemerintah atas kemerosotan moral bangsa serta merebaknya aliran-aliran sesat dan konflik sektarian yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Beliau berharap para penuntut ilmu bisa ikut berperan aktif memperbaiki ini semua tentunya dengan mengedepankan hikmah dan mauzdhoh hasanah. Beliau lalu mengutip firman Allah ta’ala,

Serulah manusia kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan mauizhoh hasanah (pelajaran yang baik) dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An Nahl: 125)

Beliau juga memberikan nasihat bahwa untuk memperbaiki umat itu membutuhkan kesabaran. Jangan sampai ketidaksabaran kita dalam berdakwah malah menjerumuskan kita ke dalam perbuatan-perbuatan ekstrim yang meresahkan masyarakat. Kesabaran dalam dakwah juga sangat diperlukan oleh para dai, karena yang dicari dalam dakwah bukanlah materi melainkan keridhoan dari Allah.

Setelah sambutan beliau, Al Ustadz Salim Al Kaf yang bertanggung jawab atas pelajar Indonesia di Darul Hadits Syihir menjelaskan kepada beliau bahwa para pelajar di sini memang senantiasa dididik untuk mengedepankan dakwah bil hikmah. Dan inilah yang sering diingatkan oleh Asy Syaikh Abdullah bin Mar’ie, guru kami di sini.

Dakwah Salafiyah bukan Dakwah yang Keras

Ada sesuatu yang terungkap dari pertemuan kami, bapak Dubes mengaku bahwa selama ini beliau telah keliru menilai kami karena masukan sebagian orang yang tidak suka dengan dakwah salafiyyah. Beliau sebelumnya menganggap dakwah salafiyyah adalah dakwah yang keras.

Beliau juga mengingatkan kepada kami betapa tentang kuatnya pengaruh media massa dalam membentuk opini publik sehingga yang tergambar di benak masyarakat bahwa orang-orang yang berpegang teguh kepada agama adalah orang-orang yang kaku dan suka kekerasan. Oleh karena itu kita pun harus menunjukkan citra yang baik, menyampaikan dakwah dengan cara yang santun.

Alhamdulillah setelah pertemuan ini pandangan beliau berubah terhadap kami dan malah menyemangati kami agar nanti menyebarkan ilmu yang diperoleh di sini. Pertemuan kami berakhir menjelang maghrib dan beliau beserta rombongan pun meninggalkan Syihir untuk melanjutkan perjalanan. Walhamdulillah.

sumber : http://wirabachrun.wordpress.com

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: